Kisah
Injil ini berbicara tentang kerendahan hati seorang Yohanes
Pembaptis dalam menerima dan mewartakan kehadiran Yesus Kristus. Menarik
bagi kita bahwa Yohanes Pembaptis tidak melihat kehadiran Yesus sebagai
saingan atau sebagai ancaman atas pekerjaan dan pelayanan, tetapi
justru dia dengan setia dan tulus memperkenalkan Yesus kepada orang
banyak: “Lihatlah Anak Domba Allah!” Mengapa Yohanes mampu melakukan itu
dengan hati tulus?
Ada Beberapa Poin Penting dari Yohanes Pembabtis:
PERTAMA, Yohanes menyadari bahwa setiap orang yang diutus Surga, mempunyai porsi dan tugas berbeda. Yohanes
tahu bahwa ia diutus untuk menyiapkan jalan bagi kedatangan
Juruselamat, sedangkan Yesus diutus untuk menyelamatkan umat manusia.
Keyakinan ini membuat Yohanes komit dalam karyanya dan membuat dia
bersukacita atas pelayanan yang diamanatkan pada orang lain. Persaingan
dan iri hati justru merupakan bahaya untuk tidak majunya karya pewartaan
tentang Kerajaan Allah.
KEDUA, Yohanes menyadari dan mengerti sungguh bahwa pelayanannya harus membuat nama Tuhan makin dikenal.
Semakin banyak orang terlibat dalam pelayanan justru semakin baik
karena dengan itu nama Tuhan semakin dikenal dan kasih Tuhan makin
dirasakan banyak orang. Bagi Yohanes karya pewartaannya berpusat pada
Yesus dan bukan pada diri sendiri. Maka kita kenal kata-katanya yang
sangat indah, “Ia harus makin besar, dan aku harus makin kecil.”
KETIGA, ketika Yohanes memperkenalkan Yesus, yang ada pada dia adalah keinginan agar orang lain mengalami keselamatan (kebahagiaan
dan kebenaran). Mulanya Yohanes tidak mengenal Dia, tetapi karena
“turunnya Roh dalam rupa burung merpati” itulah akhirnya Yohanes mampu
mengenal bahwa saudara sepupunya itu adalah “Anak Domba Allah.”
Pesan Untuk Kita:
tugas
dan tanggungjawab memperkenalkan Yesus adalah panggilan hidup setiap
orang yang dibaptis. Maka seperti Yohanes, kita mesti punya kerendahan
hati dan keyakinan bahwa kehidupan kita datang dari Atas, bahwa kita
diciptakan bukan karena kebetulan tetapi karena kasih Allah. Selain itu,
kita diperingatkan bahwa kita juga dulu tidak mengenal Yesus seperti
Yohanes Pembaptis tetapi ada orang yang memperkenalkan Dia kepada kita.
Mungkin orangtua, guru, katekis dan sahabat-sahabat kita. Dan kita
bersyukur karena melalui mereka kita dapat mengenal
Kristus. Masalahnya, apakah kita mampu memberikan kesaksian dan
memperkenalkan bahwa Yesus itu adalah Anak Allah kepada orang lain?
Roh Kudus yang akan memampukan kita.
Amin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar