Selasa, 21 Februari 2012

Santo Yohanes Pembabtis

                Kisah Injil  ini berbicara tentang kerendahan hati seorang Yohanes Pembaptis dalam menerima dan mewartakan kehadiran Yesus Kristus. Menarik bagi kita bahwa Yohanes Pembaptis tidak melihat kehadiran Yesus sebagai saingan atau sebagai ancaman atas pekerjaan dan pelayanan, tetapi justru dia dengan setia dan tulus memperkenalkan Yesus kepada orang banyak: “Lihatlah Anak Domba Allah!” Mengapa Yohanes mampu melakukan itu dengan hati tulus?

            Ada Beberapa Poin Penting dari Yohanes Pembabtis:

            PERTAMA, Yohanes menyadari bahwa setiap orang yang diutus Surga, mempunyai porsi dan tugas berbeda. Yohanes tahu bahwa ia diutus untuk menyiapkan jalan bagi kedatangan Juruselamat, sedangkan Yesus diutus untuk menyelamatkan umat manusia. Keyakinan ini membuat Yohanes komit dalam karyanya dan membuat dia bersukacita atas pelayanan yang diamanatkan pada orang lain. Persaingan dan iri hati justru merupakan bahaya untuk tidak majunya karya pewartaan tentang Kerajaan Allah.

             KEDUA, Yohanes menyadari dan mengerti sungguh bahwa pelayanannya harus membuat nama Tuhan makin dikenal. Semakin banyak orang terlibat dalam pelayanan justru semakin baik karena dengan itu nama Tuhan semakin dikenal dan kasih Tuhan makin dirasakan banyak orang. Bagi Yohanes karya pewartaannya berpusat pada Yesus dan bukan pada diri sendiri. Maka kita kenal kata-katanya yang sangat indah, “Ia harus makin besar, dan aku harus makin kecil.”

            KETIGA, ketika Yohanes memperkenalkan Yesus, yang ada pada dia adalah keinginan agar orang lain mengalami keselamatan (kebahagiaan dan kebenaran). Mulanya Yohanes tidak mengenal Dia, tetapi karena “turunnya Roh dalam rupa burung merpati” itulah akhirnya Yohanes mampu mengenal bahwa saudara sepupunya itu adalah “Anak Domba Allah.”


Pesan Untuk Kita:
tugas dan tanggungjawab memperkenalkan Yesus adalah panggilan hidup setiap orang yang dibaptis. Maka seperti Yohanes, kita mesti punya kerendahan hati dan keyakinan bahwa kehidupan kita datang dari Atas, bahwa kita diciptakan bukan karena kebetulan tetapi karena kasih Allah. Selain itu, kita diperingatkan bahwa kita juga dulu tidak mengenal Yesus seperti Yohanes Pembaptis tetapi ada orang yang memperkenalkan Dia kepada kita. Mungkin orangtua, guru, katekis dan sahabat-sahabat  kita. Dan kita bersyukur karena melalui mereka kita dapat mengenal Kristus. Masalahnya, apakah kita mampu memberikan kesaksian dan memperkenalkan bahwa Yesus itu adalah Anak Allah kepada orang lain?
Roh Kudus yang akan memampukan kita.
Amin.                                                                                   
Sumber:
Memperkenalkan Yesus:
Belajar dari Yohanes Pembaptis

oleh: P. Gregorius Kaha, SVD
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar